
Gadis kerudung hitam menyusuri pekat malam. Langkah goyah mempercepat langkah. Sesekali berlari kecil dikejar rintikan hujan yang sejak sore mengguyur Jakarta.Kerikil2 itu menyusup disela2 sepatu karetnya yang berlubang. Model sepatu yg aneh pikirnya.Digenggam erat payung itu,tetap tak terselamatkan bajunya basah.
Dihempaskan tubuh sintalnya di atas kasur."Bug..." Dipejamkan matanya.Tetap saja tak bisa terpejam. Wajah lelaki yg ditemuinya kemarin masih berputer2 dalam benaknya. Begitu ramah dan manis. Beda dengan foto yg diberikannya kemarin.
"AAAAgggrrr....kenapa kamu ga mau balas pesan aku? kenapa kamu berubah??"
Air matanya berlinang. Lelaki yang dikenalnya sepekan yg lalu cepat sekali berubah. sepekan yang lalu sangat romantis, selalu menghubunginya. Membuat hari2 Bie tersenyum. Seminggu yg lalu ia berkanalan dengan seorang teman chatnya yg bernama Alpi. Seorang lelaki yg usianya lebih muda 2 tahun darinya. Awalnya Bie tidak respek dengan pria itu. karna Ia pikir lelaki itu lebih muda darinya. dan mungkin hanya bisa dijadikan sahabat saja.Suatu hari Bie meminta pada lelaki itu untuk menunjukan fotonya. Lelaki biasa, hitam tapi smart. Agamanya bagus karna sikapnya yg selalu perhatian.Sempat Bie ragu. Ya Allah hanya karena fisiknya aku mau mundur? tidak aku tidak akan mundur. Alfi tetap menghubungi Bie.
"Kenapa Bie? kamu akan mundur ya setelah lihat foto aku? aku jelek ya? "
Suara di telfon itu. Suara Alfi.
" Ga ko aku ga akan mundur "
" Bener?"
"Bener...." aku meyakinkan dia. Ya Allah jika memang dia jodoh aku. Tetapkan hatiku hanya untuknya. walau aku belum melihat rupa sebenarnya. aku mencintai dia karna Agamanya.
Hari yang disepakati untuk pertemuan itu pun akhirnya datang juga.Lelaki itu belum nampak batang hidungnya.sambil tetap berkomunikasi Bie mencarinya.
"Kamu dimana?"
"Aku di sini, kamu jalana aja terus aku ga liat kamu. aku di halte."
"Aku liat kamu" dimatikanya HP itu. untuk memastikan apakah itu dia Bie menghubungi lagi dia. Ya benar itu Alfi. Subhanallah ga seperti yang aku kira.Dia...
Dia sangat romantis dan baik hati sangat perhatian. Aroma tubuhnya kuat sekali lelaki sejati.
Kami pun pergi nonton.hmmm Ya allah ampuni aku.kenapa aku merasa suka padanya.senyumnya manis sekali.
"hmm gimana? aku kaya gini loh.." Bie pun membuka pembicaraan yg tadinya agak kaku.
" ya mau gimana lagi gpp ko..., eh kamu sini jgn jauh2" pintanya. Aku pun merona karna malu.kami bersenda gurau.Suasana berubah menjadi hangat karna canda tawa kami. malam kian larut kami pun bergegas pulang.
"nanti kabrin aku ya...?" pinta Bie pada lelaki pujaannya itu.
"iya, bye" kami pun berpisah...
Sehari berlalu tak ada kabar dari lelaki pujaan hatinya. hmm mungkin dia sibuk dengan rutinitas pekerjaannya.Ingin rasanya tau kabar dia, tak mungkin Bie harus menanyakan kabar terlebih dahulu.Ahhh kuberanikan diri utk menghubunginya.
Tumben teleponnya tak diangkat. Ada apa ini? sabar sabar... pikirnya.
"Ya hallo..." suara itu...
" Km lg dimana? gpp kan?" pikirnya cemas.
"Aku ga apa2 ko tadi lagi mandi" sapanya dingin tak seperti biasanya yg selalu hangat.
tenangnya hatiku....
Dua hari berlalu tak ada kaabr darinya.
Lelaki yang kupikir bagus agamanya tak melihat seseorang hanya dari fisik saja. Hmm ...
Bie hanya bisa merenungi nasibnya. Terkadang tersenyum terkadang tertawa. Lelaki yang hampir saja menikahinya entah dimana rimbanya.

maafin aku ya..
BalasHapussedih bange...t (T.T)tu menceritakan syapa.....
BalasHapus