
" iya baginda... telur2 ku dimakan oleh tenggiling ini. aku tidak terima. mohon baginda mengadili seadil2nya.."
kemudian harimau itu memanggil tenggiling dan menayakan perihal ini.
" tenggiling !! kamu ga sadar apa yg telah kamu lakukan pada ibu semut ini?"
" maaf baginda, saya tidak bersalah saya hanya mencari makanan. saya lapar. makanan saya adalah telur2 semut. bukan salah saya kenapa dia menjemur telur2 nya?"
Kemudian sang raja pun kembali bertanya pada ibu semut..
" kenapa kamu menjemur telur2 mu?"
"loh baginda, apa saya salah saya emnjemur telur2 ini karna telur2ku kehujanan. Salahkan matahari kenapa dia bersinar sungguh hangat" sahutnya.
kemudian singapun meminta kesaksian matahari.
" matahari kenapa kamu bersinar dgn hangatnya?"
"bagaimana saya tidak bersinar baginda, saya ada karna saya ada hujan lebat... salahkan dia kenapa turun.."
kemudian raja hutan itu menghadirkan saksi berikutnya.
" hujan.. kenapa kamu turun?"
" loh gimana saya ga turun, saya melihat asap yg mengepul di udara. pastinya saya turun dong..." salahkan saja udara yg panas itu.."
raja kebingungan. dipanggilnya asap itu.
" tuanku, saya ada karna saya melihat tumpukan abu yg ada setelah rumah nenek sihir itu hangus terbakar saya tidak bersalah.. alahkan saja nenek sihir itu.."
kesaksian berikutnya dipanggilnya nenek sihir.
" tuanku yg mulia, saya melakukan pemukulan genderang karena saya takut terjadi mala petaka yg akan ditimbulkan. karena rumah saya dimasuki oleh seekor ular. dan saya tidah tau kalau bunyi gendang itu menimbulkan bunyi yg mendayu2 sehingga ada kura2 yg menari2..."
kemudian sang raja pun menghadirkan ular.
"hai ular...... mengapa kamu bersembunyi di rumah sang penyihir ini?"
"ya baginda, mafkan hamba. hamba melakukan ini karena hamba malu atas pujian sang lalat"
Kemudian lalat pun dihadirkan di meja sidang. Seperti yg lainya dia pun ditanya hal yg sama. dan ia berkata
" OOOHHH jadi begini caramu menerima pujian..."
(THE END)
gimana ceritanya... komentar ya bagi yang mau ^_^

hayoo teman2 gimana nih menurut kamu,,, apa yg bisa kita petik dr kisah ini??
BalasHapusMenurut aku sie si ularnya terlalu berlebihan dalam menerima pujian...sampai menimbulkan masalah yang begitu besar.kalo sie ga salah karena dia hanya mengungkapkan isi hatinya.dan wajar dia melakukan itu...
BalasHapushmm mengungkapkan isi hatinya gmn??? ga kali.. dia yg ke-GR-an aja tuh.
BalasHapusApapun masalahnya hrs bisa kita selesaikan. jgn langsung ambil keputusan tergesa2 aja. sampe akhirnya timbul masalah baru. ya ga??