Senin, 01 Maret 2010

BELAJAR MENERIMA KEADAAN SEKITAR (101 kisah yg memberdaya)


Tak tak tak... terdengar suara dentuman benda keras yang menghantam batu karang. Seorang pemecah batu sedari tadi sibuk memecah batu karang menjadi kerikil2 yg nantinya akan ia jual. Terik matahari membuat peluhnya bercucuran. Setelah seharian bekerja ia pun pulang. Di tengah perjalanan ia mengintip rumah besar seorang bangsawan. Ditemani istri yg cantik dan makanan mewah yang beraneka ragam. Ia pun membayangkan seandainya ia yg berada di sana betapa bahagianya dan tidak perlu repot2 bekerja menjadi pemecah batu seperti sekarang. Sekejap saja semua berubah, ia sudah berada di posisi bangsawan tersebut. Dengan ditemani istri yg cantik dan makanan yg mewah bergelimangan harta. Betapa senangnya hidupnya.
Bangsawan pun melakukan perjalanan ia hendak bersenang2. Di tengah jalan ia bertemu dengan seorang raja yg agung sedang mengendarai kuda. Seorang raja yg sangat dihormati oleh semua kalangan termasuk bangawan. Semua orang tunduk padanya. Kekuasaan semua ada di tangan raja. Si pemecah batu pun harus turut serta menghormati sang raja. Betapa kesal hatinya. Dalam hatinya berkecambuk. Ia ingin memiliki kekuasaan seperti sang raja,ia ingin menjadi raja. Seketika ia pun berada di atas pundak kuda. Wah betapa senangnya ia. Dengan kekuasaan yg baru saja dimiliki ia merasa sudah berada pada puncak kejayaan. Ia pun dihormati dan dielu-elukan oleh semua kalangan. Ditengah perjalanan sang raja pun merasa cape. Ia hendak beristirahat di bawah pohon yg rimbun. Panas matahari membuatnya gerang. Panas yg sungguh menyengat dan bisa menaklukan sang raja yg gagah perkasa. Seketika saja dalam benaknya berfikir seandainya ia menjadi matahari. Sekejap saja ia telah berubah menjadi matahari. Betapa senangnya ia. Ia membuat tanah2 tandus,seluruh masyarat kepanasan.Semua tanaman mati. Benar2 hidup yg ia dambagan. Tiba2 saja panasnya terhalang oleh awan. Huh awan yg sangat menjengkelkan. Menghalangi kesenanganya. Panas yg ia pancarkan terhalang olehnya. Betapa geramnya sang matahari.Awan telah menghalangi kekuasannya. Setiap orang bisa berteduh jika ada awan. hmm seandainya saja aku menjadi awan pasti tidak ada yg menghalangi aku.
Tiba2 saja dia berubah menjadi apa yg ia inginkan. Ia berubah menjadi awan cumulus yg sangat besar. Matahari kalah pikirnya. Tiba2 saja awan itu tergeser oleh tiupan angin yg sangat kencang. sungguh menjengkelkan. Ternyata ada yg bisa mengalahkan aku. huhh aku ingin menjadi angin. Trriiinggg.... tiba2 dia telah menjadi angin yg sangat dahsyat. Ia berubah menjadi angin puting beliung. Ia berlari2 bersenang2 menghancurkan bangunan2 rumah penduduk. Meniup binatang2 ternak hingga terbawa jauh entah kemana. Ini lah kekuasaan dan kehebatan yg sesungguhnya. Tiba2 saja ia berhenti dari kesenangannya tiupannya terhenti seketika. Seonggok batu karang yg sangat besar berhasil menghentikannya. wah wah wah... siapa lagi yg menghalangiku. hmm rupanya batu karang ini. hmmm aku ingin mejadi batu karang. Trriiiinngggg...... tiba2 berubahlah ia. wow... sungguh menakjubkan. Batu karang yg besar penuh pesona kokoh tangguh tak ada yg menyaingi "tak satupun akan berhasil melumpuhkan kekokohan aku." Tidak ada angin, matahari, badai sekalipun yg sanggup melawan aku..." Setip orang akan memandangku penuh pesona. Semua orang bebas bermain2 di bawah kakiku. HMmm nyamanya. Dengan kesombongan dan keangkuhan dia berucap. Tiba2 saja... "Tak,,, Tak,,, Tak,,,"

THE END

hhhmm kemudian apakah yg terjadi?? Hikmah apa yg dpt kita peroleh dr kisah ini sob...?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar